Dan saya pun akhirnya mengatakan bahwa sebenarnya saya hanya iseng mengenai masalah tekoran tersebut.Tia pun akhirnya merasa lega karena ternyata semuanya hanya lelucon biasa. Film Porno Tia semakin melengguh dan menggelinjang karena perlakuanku pada memeknya.“Cepet masukkin Pak Tia udach gak tahan..” ujar Tia. Kulirik jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 4.30 sore.Dan pada saat bersamaan, handphoneku pun berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Ketika kulihat Tia masih memejamkan mata menikmati remasan tanganku di buah dadanya, aku beranikan diri mendekatkan bibirku dengan bibirnya yang terkadang mengigit bibir bawahnya menahan nikmatnya remasan tanganku di buah dadanya. sekarang giliran Tia yang ngerjain bapak…” jawabnya.





