“Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Bokep “Bisnis,” Chie mendesah. Chie, sederhana di balik gemerlap kehidupannya. Si pemburu gadis-gadis perawan. Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Tanpa mereka sadari. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay!





