Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. AKU RELAAAAAAA !”“Baiklah.”Entah darimana datangnya suara yang menggema di otakku, suara yang berat dan juga dalam. Bokep Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Tangannya kemudian gemas mencubit pipiku sangat sakit, “nakal banget sihhh !”“Maaf ya sayang,” aku membelai kedua pipinya yang mengembung, aku towel sedikit bibirnya yang cemberut.Sava tersenyum dan dengan centilnya mencubit-cubit bagian tubuhku mana saja yang dapat dia cubit. Selain itu dia juga disodorkan kontrak di sebuah majalah ternama.





