Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. “Dasar! Bokeb Hei!” Jay berteriak gaduh. Jay, kembarannya, dan sahabat terbaiknya. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Chie melambaikan tangannya dari atas balkon. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Chie juga bercerita padanya (aku tak tahu bagaimana perasaan Jay saat itu) bahwa ia ingin menyerahkan keperawanannya padaku, sebelum menjadi milik orang yang sama sekali asing baginya. Wajahnya terlihat berseri-seri, membuatku sedikit mendongkol karena masuk dalam jebakannya. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Jay. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu.





