“Don’t miss him?”
“Ngapain lagi?” aku tertawa ngakak. Tubuhnya membentur dashboard mobil dan menimbulkn bunyi yang sedikit keras. Bokep Dia menghargaiku, dan aku menyukainya. Namun tidak ada kelembutan dalam suaranya yang seperti biasa. Sambil menciumiku, dia bergerak dengan penuh irama. Benar-benar tanpa perlawanan sama sekali. “Ngapain nyium aku seperti itu?”Dia mendekatkan wajahnya..“Bukankah kamu juga mau?” katanya berbisik. Aku tidak memerlukan waktu yang lama untuk mempelajari internet selama aku berada di kota baru tempat tinggalku, sekaligus tempat aku kuliah. Sesaat kemudian aku tersadar bahwa bisa saja aku berada entah dimana.“Fung,” aku memanggilnya. Aku memintanya untuk tidak terlalu menampilkan aku kedepan.





