aku hanya melongo melihat kenekatannya. Aku hampiri, aku peluk dia agar agak cepat ketegangannya menurun. Bokep indo colmek tak tahu apa yang dilakukan dengan pinggulnya yang jelas gerakannya membuat tulang-tulangku serasa lolos sampai sunsumnya… aku melotot tak bisa teriak… dadaku sesak…. Sampai di kamar, jam masih menunjuk pukul lima setengah. mungkin dia udah gak peduli, baginya aku adalah pacarnya yang masih hidup. entah berapa menit ana memacuku seperti itu… mataku berkunang-kunang…. kamu mirip sama almarhum mantanku yang di solo…” aku bengong… Ternyata, cara ku berjalan, berbicara dan becanda sangat mirip dengan pacarnya yang telah tiada.trus sejarahnya dia depresi trus dibawa ke Tarakan





