Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Bokep colmek Pelayan café juga tiba di muka kami, yang tidak kalah sexsi dan cantiknya dari Ramah memakai rok mini di atas lutut. Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpaku. Kebetulan siap makan hujan grimis pun tiba, kami sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya. Sangat kaget mendengar sahutan dalam ponsel itu terdengar suara perempuan baru kukenal. “abang kok tega kali merekam suara Ramah, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ?





