Sama sekali wajahnya tidak bersahabat. Aku pun ingin memilikinya dan mengakhiri semua kebiasan burukku. Bokep colmek ujarku berusaha membujuk untuk bisa pergi bareng. “aahh…sayang…terus”…”mhh..uhmmhh..cuuupp..muuh” Novi terus melakukan aktifitasnya. “Jangan di sini ya sayang…kita masuk saja ke dalam…” ujarku sambil mengangkatnya, birbir kami tak henti berpagutan. Gagal lagi upayaku…tapi aku sudha senang dengan melihat wajahnya dari dekat selama persalinan itu. Aku tahu dia akan mengalami klimaksnya yang ketiga. Jangan panggil Dok…panggil saja kak.





