Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Fitri. Aku melirik Felix dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kemaluannya dihisap. Bokep colmek Felix memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. “Iya, kok tau?”
“Kemaluan elo rapet banget” kata Fitri.Sekali-kali jari Fitri membuka bibir kemaluan Aku. “Nggak berani, takut lecet” jawabku. “Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau” kata Fitri.Aku menerima gunting dan shaver lalu mencukur rambut kemaluanku di kamar mandi Fitri. “Eh Sintya, beneran nih elo sering mikirin Felix?”
“Iya sih, kenapa? Aku awalnya agak risih tetapi Aku ikut-ikutan cuek.





