nggak seperti biasanya”, tanya Iswani. Bokep colmek “Sudah ngopi, Tok?”, tanyanya. Raguku benar-benar hilang dan tangannya semakin bebas bergerak. Kedua tanganku memegang kedua payudaranya dari belakang badannya. Kudorong sisi kiri tubuh Iswani sehingga membelakangiku dan sama-sama menghadap kesamping kanan. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yang hanya dibalas dengan senyumannya.“Mbak, pria yang duduk disana ada yang ngelihatin Mbak terus, sepertinya naksir, mau kukenalkan Mbak”, kataku sambil menghabiskan roti bakarku. “Eh Mbak, jangan besar kepala dulu, iya kalau kembang mawar atau melati, kalau kembang kamboja yang seperti di makam-makam, bagaimana?





