“Fanny…” kupanggil fanny pelan, dia menengok pelan ke arah benda yang sedang kuangkat ini. Kupeluk lembut sambil kubelai punggung dan rambutnya yang berpeluh. Bokep Fanny terisak terus menerus matanya sudah sembab, tapi masih terlihat cantik.Kuhentikan aksiku sejenak, aku berdiri mencari kain untuk dapat membersihkan tanganku sambil membiarkan dia untuk beristirahat sejenak.kubuka lemari pakaian yang ada di pojok kamar ini,ternyata ini lemari ibunya karena di dalamnya adalah kebanyakan pakaian wanita…aku peperkan jariku yang berlumuran darah ini di salah satu pakaian ibunya sambil ku angkat dan kutunjukan ke dia dengan berkata “Canttikk jorok ihh kamu darah mens’nya masa tembus ke seprai ranjang





