Siapa ya?” begitu biasa kusapa lawan bicaraku di telepon. Dia menggelitikiku dengan cutternya sehingga aku merasa sakit. Bokep Tante Aku seneng sekali, ternyata ada juga yang mau memperhatikanku. Entah kenapa secepat itu, mungkin terlalu lama pemanasan dengan kasur. Dengan bermandi keringat, ia mengenakan celana panjangnya lalu keluar kamar. Dengan malu-malu aku pura-pura tertidur lagi, tapi ternyata dia lebih cerdik. Kresna juga bercerita kalau selama ini yang bisa menghiburnya cuma teman-temannya. Aku langsung ingin protes pada Kresna, tapi akusudah nggak kuat ngomong, apalagi gerak.





