Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Bokep Toh masih ada hari esok.Aq bergegas naik angkot yg melintas. Penisku tegang seperti mainan anak-anak yg dituip melembung. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Begini saja daripada repot-repot. Aq mengikutinya. Haruskah kujawab sapaan itu? Tetapi aq masih betah di dalam angkot ini. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah penisku. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuat-kuat aroma itu. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Tangannya halus. Bicara apa? Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku.





