“Tetapi, apa Mas sanggup untuk tidak melakukan yang lebih dari itu?”, Eksanti menatapku dengan sorotan mata tajam. Bokep Secara tiba-tiba, aku menghentikan kegiatanku, lalu berdiri di samping ranjang. Kami sama-sama terdiam. Namun aku tidak mengurungkan niatku untuk bertemu dengan Yoga.Setelah aku memarkir mobil di depan halaman rumah kost itu, aku masuk menuju ruang tamu yang pada saat itu pintunya dalam keadaan terbuka, dan langsung menuju ke kamar Yoga. Aku segera menancap gas menuju tol ke arah Ancol.Selama di perjalanan, aku dan Eksanti bercerita tentang berbagai hal, termasuk Yoga dan kehidupan keluargaku.





