Perlahan kukecup lembut keningnya. Bokep Japan “Ryooo…aahhhh…”, serunya tertahan seraya mencengkeram rambutku. Pangsit goreng, mie bakso dan sebotol teh dingin. mimpi kamu…!! “Yes Rev, I have fallen with you. Seperti kemarin, kuantarkan kembali Revy menuju mobilnya. Pengakuanku mungkin hanyalah sebuah intermezzo dalam jejak-jejak hidupnya. “Ah..wanita mana lagi yang mengenakan cincin emas di jari kirinya, kalau bukan pemberian seorang pria spesial”, todongku sambil cuek. Menit demi menit berlalu tanpa kutahu apa yang harus kulakukan. Saya memang berniat menuju ke sana, sama seperti kerumunan mobil yang terjebak dalam antrean ini. Kami hanya bergoyang lembut, mengikuti kata hati semata.





