”Seharusnya umi yang tanya begitu,” sahut Anis, dan mereka tertawa berbarengan.Sejak saat itu, hubungan mereka pun berubah. “Tidak apa-apa. Bokep Cina Safiq memandanginya sebentar sebelum lehernya maju untuk mulai mencucup dan menjilatinya, sambil tangannya terus meremas-remas pelan.Anis merebahkan diri di sofa, dibiarkannya Safiq menindih tubuhnya dari atas. Dengan nada bergetar, bocah itu berucap, ”Safiq sayang Umi,” sambil mulutnya mendekat untuk mencium kemaluan Anis.Anis jadi bingung, mau menolak, tapi takut membuat Safiq kaget dan malu. Bocah itu pasti lebih menderita.Anis mulai meneteskan air mata.





