Mereka berdua langsung menatapku dengan mata mereka yang menyeramkan. “ayoo,,cepeet Wan,,gue udaahh gaakkk taahaann”. Sex Bokep “tuh kan mbah jadi mupeng”. Aku masuk ke rumah Mbah Centeng untuk yang kedua kalinya, yang terdengar hanyalah suara jangkrik karena rumah Mbah Centeng boleh dibilang jauh dari pusat keramaian. “iya donk mbah”. Aku agak kaget juga mendengarnya berteriak seperti itu. “udah pokoknya, dek Vina datengnya jam 11 malem aja”. “tenang non, tenang non”, Mbok Tari berusaha menenangkanku sampai aku tenang 3 menit kemudian.





