Lelah karena meronta dan berteriak-teriak, aku mulai menangis.Jangan iket gue! Dengan masih berat hati, aku melepaskan perlahan blazer yang menempel di tubuhku, lalu kubiarkan jatuh ke lantai. Bokeb Gilang menghempaskan jambakan rambutku sekaligus, membuatku hampir terhuyung ke arah depan.Kalau gitu, sekarang lo tanda tangan ini. I-Iya Pak, ganti topik saja.Ya sudah, bagus. Pak Darmawan pasti akan marah besar sebentar lagi.Begini sajalah. Tania lontenya Tuan, ahhhh.Pak Darmawan sepertinya terpengaruh oleh ucapanku karena tangannya jadi bergerak sangat cepat.Aaahhh Tuan, aaahhh enak, enak banget, geli aahhh.





