Nafasku pun memburu dengan cepat. Saya hanya manggut-manggut saja mengiyakan sambil terus berjalan menuju kelas kami.“Eh, kamu ini lucu juga yah, dari tadi senyum-senyum sendiri, hhe…”,Saat itu dia tertawa kecil, beuhh manisnya temanku ini. Bokeb Lihatlah hal-hal yang saya senangkan dan tidak terima jika seniorku sok berkuasa dan menindas mahasiswi baru. Saya sendiri memiliki prinsip yang harus dibela dan yang terpenting Ratih tidak akan digoda atau diganggu lagi degtan kakak tingkat saya. Tanpa ba-bi-bu kuikuti langkahnya dan pokoknya kami sudah ada di dalam.Cukup sepi, karena masih ada pagi, belum ada yang ke belakang.





