Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, ketika tiba-tiba ada ketukan halus dari pintu kamarku.Dengan berdebar-debar sayapun bergegas mengintip dari pintu, ternyata Andini! Memang saya tidak memungkiri, ingin sekali tidur dengannya.Tapi perasaan itu saya tahan, karena bisa merusak hubungan kami nantinya. Film Porno Senyumannya itu lho, aduh.“Din, jangan senyum-senyum gitu, napa?” kataku dengan gemas. “Sama aja donk kita ML?”. Dan Andini memastikan bahwa anak yang dikandung tersebut adalah anakku, karena disesuaikan dengan umur kandungan dan peristiwa yang kami lakukan.Dari perselingkuhannya dengan saya pertama kali hingga kini, saya telah melakukan persetubuhan dengannya dua kali lagi, dimulai dari Andini memberitahukan bahwa dirinya hamil.





