Sakit sekali rasanya tanganku ini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Bokep Kita kan baru sampai di sini. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Kita pulang aja yuk.”“Alaa, Mer. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Melihat pemandangan yang indah ini membuat mata Rio tambah menyalang-nyalang bernafsu.Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku.





