Ia tersenyum. Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Bokep Tante Makin lama makin jelas. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. “Ini..?” kataku. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Ah. Lalu pindah ke pangkal paha. Membuang napas. Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Aku tahu di mana ruangannya. Aku tersetrum. Bergantian Wien kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh.





